Kesimpulannya, SETIAP guru akan memiliki harapan dan tujuan yang berbeda untuk siswa yang muncul dari kelas mereka setelah mempelajari modul. Memastikan penguasaan konsep – konsep kunci, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, meningkatkan keterampilan komunikasi, membina pemikiran kreatif dan inovasi, dan menanamkan kepercayaan pada siswa
Dari kedua refleksi di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa kompetensi sosial dan emosional memiliki hubungan yang positif dengan keberhasilan dalam pengelolaan krisis dan pembelajaran murid. Ketika menghadapi krisis, kita perlu memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik untuk dapat mengatasinya dengan efektif.
Salah satu cara untuk mengabadikan momen tersebut adalah dengan puisi guru untuk muridnya menjelang perpisahan. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang dapat mengungkapkan perasaan dan pikiran secara indah dan mendalam. Puisi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan dan harapan kepada orang-orang yang kita sayangi.
Melakukan diskusi bersama murid untuk menentukan harapan dan evaluasi terkait pelaksanaan program SABUSAMI (satu buku satu minggu) guna memberikan pengalaman belajar pada konteks yang lebih nyata dan menumbuh kembangkan karakter mandiri, bergotong royong, kritis dan kreatif. Modal manusia: 1. Murid, 2. guru, 3. tenaga ke pendidikan dan, 4
Penugasan Mandiri Untuk Lokakarya 3 (Visi, Misi dan Program yang Berdampak Kepada Murid) A. Pengantar Tugas. Pada pembelajaran daring, Calon Guru Penggerak (CGP) telah belajar tentang 5 (lima) tahapan utama. inkuiri apresiatif yang dikenal dengan konsep BAGJA yaitu Buat pertanyaan utama; Ambil pelajaran; Gali.
atau upaya yang dilakukan guru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan murid. Hal ini sejalan dengan pendapat Tomlinson (2000), pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti
Mulai dari Diri – Budaya Positif. Bentuk kegiatan dalam LMS Modul 1.4.a.3. adalah refleksi mandiri. Pada bagian ini, Calon Guru Penggerak (CGP) diminta menjawab beberapa pertanyaan dan harapan terkait interaksi guru dengan murid pada masa lalu. Setelah mempelajari bagian ini, CGP memahami bagaimana proses pendidikan yang ia peroleh dulu di
Guru maupun murid yang sudah terbiasa dengan kurikulum lama, harus mulai berbenah menyesuaikan diri dan ritme kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum yang baru. Selain perubahan kurikulum, guru-murid-maupun orang tua murid selalu dituntut-atau bahkan menuntut target yang tinggi, biasanya diistilahkan dengan indikator “nilai”.
Ada harapan bagi pertumbuhan (membantu setiap murid tumbuh semaksimal mungkin sesuai kemampuannya). Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan ; Ada keadilan dalam bentuk nyata (memastikan semua murid mendapatkan apa yang dia butuhkan untuk tumbuh dan sukses). Guru dan murid berkolaborasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan bersama.
Mulai dari diri modul 2.3. 09 Mar @ Opini. Pertanyaan - pertanyaan refleksi sesi mulai dari diri sendiri modul 2.3. Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi?
KkYYDh.